Judi Online – Antara Pesepakbola Dan Twitter

Judi Online – Ketika disuguhkan pada dua kata Twitter dan Pemain sepakbola, tentu kita akan mengernyitkan dahi lantaran dari segi profesi, kedua hal ini memiliki relevansi hubungan yang sangat jauh. Namun tunggu dulu, Judi Online banyak menemukan hubungan antara kedua hal ini dimana para pemain sepakbola banyak yang terkena sanksi dari Federasi Sepakbola setempat lantaran “aksi” yang mereka lakukan di salah satu media jejaring sosial tersebut.

Berita terbaru yang dapat dirangkum oleh Judi Online ialah gelandang muda Arsenal yang tak lain adalah Emmanuel Frimpong telah diancam sanksi oleh Federasi Sepakbola Inggris (FA) lantaran aksi ejek-mengejek antara dirinya dan fans Tottenham Hotspur di media sosial yang sudah mendunia, bernama twitter tersebut. Ia diancam sanksi oleh FA karena komentar yang dilontarkan oleh pemain berusia 20 tahun ini.

Masalah bermula pada hari Minggu, 15 Juli kemarin kala Frimpong menulis di akun twitternya agar semua orang yang pergi ke gereja mendoakan dirinya segera sembuh dari cedera lutut yang sedang membekapnya. Lalu ada seorang lainnya yang diduga pendukung Tottenham Hotspur yang menjawab dengan mengatakan bahwa ia akan mendoakan agar tangan dan kaki Frimpong patah. Membaca hal ini, Frimpong langsung tersulut emosi dengan menuliskan kata-kata kasar dengan memanggil yang bersangkutan dengan sebutan “Yid”. Yid disini adalah sapaan yang biasa digunakan untuk merendahkan kaum Yahudi.

Tindakan FA Yang Diketahui Judi Online

Mengetahui hal itu, pihak klub langsung menegur Frimpong. Iapun dengan segera menghapus komentar tersebut namun naasnya adalah nasi sudah menjadi bubur. FA sudah mengetahui perilaku Frimpong itu dan telah menyiapkan pasal yang sesuai dengan apa yang diperbuatnya.

Berdasarkan informasi yang didapat Judi Online, pihak FA menjatuhi pasal E3 dari peraturan FA pada pemain berkebangsaan Inggris dan Ghana tersebut. Pasal itu berisi tentang gugatan berperilaku tak pantas yang berkaitan dengan nama baik sepakbola dimana perilaku tersebut mengarah pada etnik, asal-usul, ras, dan juga kepercayaan.
FA-pun memberi waktu hingga tanggal 27 Juli 2012 pukul 16.00 bagi Frimpong jika ia ingin menanggapi gugatan resmi yang dialamatkan FA terhadapnya.

Comments are closed.